Rabu, 29 Mei 2013

Laporan Praktikum Mikrobiologi Teknik Membuat Medium Kultur

Laporan Praktikum Mikrobiologi

Acara III
Teknik Membuat Medium Kultur


Rio Setya Bayu
NPM : E1J011051

Laboratorium IHPT
Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu
 -------------------------------------------------------------------------------- 


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Di bumi kita ini selain terdapat mahluk hidup yang menempati, juga terdapat mikroorganisme yang tumbuh di bumi. Contohnya seperti jasad renik. Untuk itu pada praktikum ini kita memepelajari pembuatan medium pertumbuhan jasad renik. Agar bakteri patogen dapat dibiakkan dengan baik, diperlukan tempat (media) yang memungkinkan tumbuh dengan optimal. Oleh karena itu media pembiakan harus mengandung cukup nutrien untk pertumbuhan bakteri. Sealin suhu dan PH yang harus sesuai. Semua organisme memerlukan sumber C (karbon) untuk hidupnya. Ada yang mengambil C dalam bentuk CO2, seperti tumbhan yang mempunyai pigmen fotosintesis. Ada yang hanya mengambil C dari persenyawaan organik saja, misalnya hewan. Bakteri-bakteri ynag menggunakan CO2 seabagi sumber C-nya disebut autotrof. Bakteri-bakteri ini hidup bebas di alam, tidak bergantung pada organisme lainnya. Bakteri-bakteri yang hanya dapat menggunakan senyawa organik sebagai sumber C-nya disebut bakteri Heterotrof. Dalam mempelajar bakteri, diperlukan pembenihan bakteri guna kepentingan. Untuk itu dalam membuat media penumbuhan bakteri harus sesuai dengan jenis bakteri. Supaya bakteri yang ditanam tumbuh subur. Kultur media air mungkin bebas dari mikroorganisme kecuali virus dan beberapa bakteri dengan penyaringan khusus. Saringan tersebut terdiri dari penyaring Chamberlande, Berkefeld dan Zeith. Saringan itu akan mensterilkan dalam autokalf setelah dibungkus dengan kertas untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Jika tekanan positif dan negatif digunakan terlalu besar atau penyaring digunakan terlalu lama, bakteri akan melawan melalui pori-pori dan mengkontaminasi penyaringan.

1.2 Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah

  1. Mahasiswa dapat membedakan resep beberapa medium yang berbeda.
  2. Mahasiswa mampu menyiapkan dan membuat medium berdasarkan resep yang ada.
  3. Mahasiswa mampu mensterilkan medium sehingga medium kultur siap pakai.
 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Populasi mikroba di alam sekitar kita besar lagi kompleks. Beratus-ratus spesies berbagai mikroorganisme biasanya menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Mereka terdapat dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Sebagai contoh, sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme. Satu gram tinja dapt mengandung jutaan bakteri. Alam sekitar kita antara lain tanah, udara, air juga dihuni kumpulan mikroorganisme (Purnomo, Bambang. 2012).
Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada bahan nutrient yang disebut medium. Terdapat banyak sekali medium yang tersedia; macamnya yang dipakai bergantung kepada banyak factor, salah satu diantaranya adalah macam mikroorganisme yang akan ditumbuhkan (Purba. 1999).
Banyak macam medium yang dipergunakan untuk menumbuhkan jasad renik. Meskipun demikian pada dasarnya medium dibedakan berdasarkan kriteria tertentu seperti: fase, komposisi atau fungsi dari medium itu. Macam-macam media itu diantaranya:
a.    Medium berdasarkan fase (sifat fisik)

  1. Medium padat yaitu medium yang mengandung agar 12-15 gram setiap satu liter air (1 resep medium); contohnya adalah Nutrient Agar (NA), Glucose Agar (GA).
  2. Medium setengah padat yaitu medium yang mengandung agar kurang dari 0,5 persen dalam satu liter air.
  3. Medium cair yaitu medium yang tidak mengandung agar; contohnya adalah Nutrient Broth (NB), Lactoce Broth (LB).
  4. Medium berdasarkan komposisi

  • Medium sintesis yaitu medium yang komposisi zat kimianya diketahui secara pasti; contohnya adalah Glucose Agar (GA).
  • Medium semi sintesis yaitu medium yang sebagian dari komposisi zat kimianya diketaui; contohnya adalah Potato Dextrose Agar (PDA).
  • Medium non-sintesis yaitu medium yang komposisi zat kimianya tidak diketahui secara pasti; contohnya adalah umumnya medium alami seperti: kaldu daging sapi, ekstrak wortel (Waluyo, L. 2005). 
b.    Medium berdasarkan fungsi
  1. Medium umum yaitu medium yang terdiri dari zat-zat pepton dan ekstrak khamir (yeast ekstract), untuk menumbuhan banyak jenis jasad renik.
  2. Medium selektif yaitu medium yang ditambah zat tertentu sehingga bersifat selektif, artinya hanya merangsang pertumbuhan jasad renik tertentu, sedangkan yang lain mati. Contohnya adalah medium yang diberi kristal ungu, untuk merangsang pertumbuhan bakteri Gram negatif, sedangkan Gram positif mati.
  3. Medium diferensial yaitu medium mengandung senyawa yang akan menyebabkan pertumbuhan jasad renik tertentu dengan akibat perubahan tertentu pada medium itu yang dapat membedakan jasad renik itu dengan jasad renik lain. Contohnya adalah medium yang ditambah indikator yang akan berubah warna dalam suasana asam akibat aktivitas jasad renik yang ditumbuhkan pada medium itu, yang dapat membentuk asam minal memfermentasi gula pada medium yang mengandung indikator itu tidak menghasilkan asam sehingga warna medium iu tidak berubah.
  4. Medium uji (Assay-Medium) yaitu medium dengan komposisi tertentu untuk mngetahui atau menguji adanya zat tertentu di dalam medium itu misal adanya vitamin, antibiotik atau yang lain, dengan menggunakan jasad renik, dengan menggunakan jasad renik sebagai alat uji (pertumbuhannya).
  5. Medium diperkaya yaitu medium yang mengandung komponen sangat komplek seperti darah, serum, kuning telur untuk menumbuhkan jasad renik yang bersifat heterotrof. Contoh adalah Loefller untuk menumbuhkan basil difentri (Volk. 1993).
Untuk pemeliharaan jangka pendek, biakan dapat disimpan pada suhu lemari es (0-10ºC), sedangkan untuk pemeliharaan jangka panjang, disimpan dalam nitrogen cair pada suhu -196ºC. Atau, dapat juga didehidrasi dalam tabung selagi dibekukan dan ditutup rapat dalam ruangan hampa. Proses ini dinamakan liofilisasi (Pelczar. 1986).


BAB III
METODE LOGI

3.1 Waktu Dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari kamis, 29 Maret 2012 pukul 12.00-14.00, bertempat di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Universitas Bengkulu.

3.2 Alat Dan Bahan
Alat
  • 1 buah gelas piala 1000 ml, penangas, 1 batang pengaduk, 1 buah pisau, 1 lembarkain saring, 1 buah corong, 1 buah timbangan kapasitas skala 1 gram, 2 buah gelas erlemeyer, otoklaf.
Bahan
  • Jagung 100 g, dextrose 10g, tepung agar-agar 7,5 g, aquades 500 ml, antiseptik, antibiotik.

3.3 Cara Kerja
  1. Pisahkan jagung dari tongkolnya.
  2. Timbang potongan-potongan jagung seberat 100 gr, kemudian rebus dengan 500 ml air bersih sampai mendidih.
  3. Ekstrak jagung dipisahkan dengan kain saring.
  4. Ekstrak dipanaskan kembali, kemudian ditambahkan 10 g dektrose dan 7,5 g agar-agar sambil di aduk sampai agar-agarnya homogen.
  5. Kemudian tambahkan ½ kapsul  antibiotik.
  6. Medium dimasukkan kedalam gelas erlenmeyer 200 ml kemudian disumbat menggunakan kapas.
  7. Medium di sterirkan menggunakan otoklaf pada suhu 121 oC selama 20-30 menit.
  8. Medium disimpan pada tempat penyimpanan khusus.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
  
4.1 Hasil
Zeamays dextrose agar (ZDA)
Resep
  1. Agar-agar 7,5 g
  2. 100 g jagung
  3. 10 g dextrose
  4. 500 ml aquades
  5. ½  kapsul atibiotik
Cara kerja
  1. Jagung dipotong-potong kecil, dipisahkan dari tongkolnya.
  2. Kemudian potongan jagung ditimbang seberat 100 g dan setelah itu direbus dengan 500 ml air bersih sampai mendidih.
  3. Lalu, pisahkan ekstrak jagung (air rebusan) dengan kain saring dan ekstrak dipanaskan kembali. Setelah itu tambahkan 10 g dektrose dan 7.5 g agar-agar sambil diaduk, terus diaduk sampai agar-agarnya benar-benar homogen.
  4. Setelah itu, tambahkan ½ kapsul antibiotik.
  5. Masukkan medium kedalam gelas Erlenmeyer 200 ml atau tabung reaksi sebanyak 12 ml atau5 ml kemudian dengan kapas. Setelah itu, sterilkan dengan otoklaf pada suhu 121°C 15 psi selama 20-30 menit.
  6. Setelah dilakukan sterilisasi, tabung-tabung reaksi yang berisi 5 ml medium kultur diletakkan miring terhadap bidang horizontal dan biarkan sampai padat dan simpanlah medium dalam penyimpanan khusus.

4.2 Pembahasan
Medium kulture merupakan suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrien (zat makanan pada tingkat sel) yang digunakan untuk menumbuhkan (kultivasi) mikroorganisme. Upaya Medium kultur dapat dibedakan berdasarkan atas susunan kimianya, konsistensinya, maupun fungsinya. Supaya mikroorganisme tumbuh dengan baik, maka medium kulture harus mengandung semua nutrien yang diperlukan dalam keadaan seimbang, tidak mengandung zat-zat penghambat, dalam keadaan steril, mempunyai takanan osmos yang sesuai, dan mempunyai keasaman pH yang sesuai pula.
Pada percobaan kali ini bahan yang digunakan hanya ½  karena ½ dari bahan sudah siap, sehingga pada proses pembuatannya hanya ½ dari ketentuan yang ditetapkan.
Pada percobaan kali ini yang dibuat adalah (ZDA) yang digunakan yaitu jagung. ZDA digunakan resep yang berupa bahan dengan berbagai ukuran. Bahan resep tersebut antara lain jagung 100 g, dextrose 10 g, tepung agar-agar 7,5 g, aquades 500 ml, dan 1 kapsul antibiotik, 10 ml asam asetat 1%, 10 ml KOH 1%, 10 ml larutan NaCl 1% dan 10 ml Na2CO3 0.1 %, 4 batang lakmus pH 1-14. 
Setelah semua bahan tersedia, maka selanjutnya melakukan pembuatan medium ZDA. Teknik membuat medium ZDA ini, yaitu jagung dipotong-potong dipisahkan dari tongkolnya lalu dicuci bersih. Kemudian potongan jagung ditimbang seberat 100 g dan setelah itu direbus dengan 500 ml air bersih sampai mendidih. Lalu, pisahkan ekstrak jagung (air rebusan) dengan kain saring dan ekstrak dipanaskan kembali. Setelah itu tambahkan 10 g dektrose dan 7,5 g agar-agar sambil diaduk. Jika volume kurang dari 500 ml perlu ditambahkan air lagi sampai volume 500 ml dan terus diaduk sampai agar-agarnya benar-benar homogen.
Masukkan medium kedalam gelas Erlenmeyer 200 ml atau tabung reaksi sebanyak 12 ml atau 5 ml kemudian dengan kapas supaya medium tidak terkontaminasi oleh udara luar. Setelah itu, sterilkan dengan Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi. Autoklaf  termasuk dalam teknik sterilisasi secara fisika dengan prinsip arus uap dan tekanan, karena uap mempunyai data tembus yang lebih besar dan mengakibatkan pengumpulan pada protoplasma sel-sel yang disterilkan.  Karena tingkat keefisienan dan sifat alat yang tidak merusak kandungan dalam media pertumbuhan yang dipakai, pada suhu 121°C 15 psi selama 20-30 menit. Setelah dilakukan sterilisasi, tabung-tabung reaksi yang berisi 5 ml medium kultur diletakkan miring terhadap bidang horizontal dan biarkan sampai padat dan simpanlah medium dalam penyimpanan khusus.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
  1. Medium kultur dapat dibedakan berdasarkan atas susunan kimianya, konsistensinya, maupun fungsinya.
  2. Medium dapat dibuat dari berbagai bahan nutrien.
  3. Agar medium dapat tumbuh dengan baik maka medium kultur harus mengandung semua nutrien yang diperlukan dalam keadaan seimbang, tidak mengandung zat-zat penghambat, dalam keadaan steril, mempunyai tekanan osmos yang sesuai, dan mempunyai keasaman pH yang sesuai pula.
  4. Otoklaf digunakan untuk mensterilkan medium yang telah di buat.
  5. Sterilisasi dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kontaminasi (masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan).

5.2 Saran
Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum,  waktu yang telah ditetapkan digunakan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Selain itu kerja sama antara asisten dengan praktikan harus ditingkatkan, terutama dalam membimbing praktikan agar praktikan dapat dengan benar dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan praktikum.

 
DAFTAR PUSTAKA
 
Anonim. 2010.Membuat Medium. http://wikipedia.com/membuat-medium.html
Irfan. 2008. Medium Kultur. http://gurungeblok.com/irfan/medium-kultur.html
Pelczar. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1 Untuk Perguruan Tinggi. Universitas Indonesia: Jakarta.
Purba. 1999. Kimia. Jakarta: Erlangga.
Purnomo, Bambang. 2012. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Bengkulu: Universitas Bengkulu
Volk. 1993. Mikrobiologi Dasar  Jilid 1  Edisi kelima. Erlangga: Jakarta.
Waluyo, L. 2005. Mikrobiologi Umum.  UMM Press: Malang.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 Komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar:

Free Backlinks